Urutan Proses Booting (Boot-Process) pada komputer
Komputer
tanpa program yang berjalan hanyalah bagian elektronik yang tidak praktis. Hal
pertama yang harus dilakukan komputer adalah sistem operasi. Tugas sistem
operasi adalah membantu perangkat keras komputer. Kali ini akan dibahas mengenai Boot Process
yang merupaakan pengambilalihan dari sistem operasi.
Booting komputer adalah proses perjalanan penyalaan komputer awal sampai
pengambilalihan sistem operasi secara penuh terhadap perangkat. Proses booting
berjalan begiru cepat sehingga kita tidak dapat melihatnya. Setelah menekan
tombol power kembali beberapa menit kemudian dan Windows XP, atau Windows Vista,
atau apapun Proses Booting dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :
- · Proses Cool Booting
Cool booting, merupakan proses menghidupkan komputer pada saat
perangkat komputer itu dalam keadaan mati atau belum menyala. Inilah Booting
utama yang dilakukan dengan cara menekan tombol Power.
- · Proses Warm Booting.
Warm booting, merupakan proses menghidupkan komputer di saat perangkat
komputer sudah menyala dan teraliri listrik. Proses ini sering disebut dengan
Restart. Tujuannya adalah untuk mengulang kembali proses komputer dari awal
karena sebelumnya terjadi beberapa gangguan seperti Crash program atau sekedar
ingin melakukan pengaturan ulang sistem. Pada sistem operasi populer seperti
Microsoft Windows modern telah tersedia opsi khusus bagi para penggunanya untuk
melakukan proses Warm Booting yakni melalui menu Restart.
Fungsi BIOS
POST (Power
On Self Test) Power On Self Test terjadi setiap kali menghidupkan komputer . Kedengarannya
rumit dan itu karena memang seperti itu. Komputer Anda melakukan banyak hal
saat dinyalakan.Ini menginisialisasi berbagai perangkat keras. Ini adalah
proses yang penting untuk memastikan agar semua perangkat beroperasi dengan
lancar tanpa konflik. BIOS berikut ACPI membuat tabel yang menjelaskan
perangkat di komputer.
POST pertama
memeriksa bios dan kemudian menguji RAM CMOS. Jika tidak ada masalah dengan hal
ini maka POST terus memeriksa CPU, perangkat keras seperti Kartu Video,
perangkat penyimpanan sekunder seperti Hard Drive, Floppy Drives, Zip Drive
atau CD / DVD Drives. Jika beberapa kesalahan ditemukan maka pesan kesalahan
ditampilkan di layar atau sejumlah bunyi bip terdengar. Bunyi beep ini dikenal
sebagai kode beep POST.
Master Boot Record
Master Boot
Record (MBR) adalah program kecil yang dimulai saat komputer melakukan booting,
untuk menemukan sistem operasi (misalnya Windows XP). Proses rumit ini (disebut
Proses Boot) dimulai dengan POST (Power On Self Test) dan berakhir saat Bios
mencari MBR di Hard Drive, yang umumnya berada di sektor pertama, kepala
pertama, silinder pertama (silinder 0 , kepala 0, sektor 1).
Chip BIOS untuk mencari di tempat yang tetap, biasanya pada hard disk
bernomor terendah (boot disk) untuk program khusus yang disebut boot loader (di
Linux boot loader disebut Grub atau LILO). Boot loader ditarik ke memori dan
dimulai. Tugas boot loader adalah menjalankan sistem operasi yang sebenarnya.
Gambar struktur khas dari MBR :
Bootstrap loader disimpan dalam master boot record (MBR) pada hard drive komputer. Saat komputer dinyalakan atau dihidupkan ulang, komputer pertama kali melakukan self-test power-on, yang juga dikenal sebagai POST. Jika POST berhasil dan tidak ada masalah yang ditemukan, bootstrap loader akan memuat sistem operasi untuk komputer ke dalam memori. Komputer kemudian akan dapat dengan cepat mengakses, memuat, dan menjalankan sistem operasi.
LILO/GRUB
akan membaca label sistem operasi yang
kernelnya akan dijalankan. Pada boot loader inilah sistem operasi mulai
dipanggil. Untuk mengkonfigurasi file grub, buka filenya di
/boot/grub/grub.conf
Kernel
Setelah itu, tanggung jawab untuk booting
diserahkan ke kernel. Setelah itu, kernel akan menampilkan versi dari kernel
yang dipergunakan, mengecek status SELinux, menegecek paritisi swap, mengecek
memory, dan sebagainya.
Init
init adalah
langkah terakhir dari urutan boot kernel. Ini mencari file / etc / inittab
untuk melihat apakah ada entri untuk initdefault. Ini digunakan untuk
menentukan tingkat awal sistem. Tingkat run-level digunakan untuk menentukan
status awal sistem operasi.
Beberapa tingkat run level adalah:
Tingkat
0 ->
Sistem Berhenti
1 -> mode
pengguna tunggal
3 -> Full
multiuser mode dengan jaringan
5 -> Full
multiuser mode dengan network dan X display manager
6 ->
Reboot
Desain init di atas disebut SysV-diucapkan
sebagai Sistem five . Beberapa implementati init yang populer adalah systemd
dan pemula(upstard) . Upstart sedang digunakan oleh ubuntu sejak tahun 2006.
Berdasarkan pada run-level, script
kemudian menjalankan berbagai proses lain yang dibutuhkan oleh sistem sehingga
sistem dapat berfungsi dan digunakan. Runlevel adalah suatu parameter yang
mengatur servis yang akan dijalankan misalnya single user, reboot,
shutdown, dan sebagainya. Program yang mengatur runlevel ini adalah init yang terletak
pada direktori /etc/inittab.


0 komentar:
Posting Komentar