Sabtu, 24 Maret 2018

Urutan Proses Booting (Boot-Process) pada komputer



Urutan Proses Booting (Boot-Process) pada komputer

Komputer tanpa program yang berjalan hanyalah bagian elektronik yang tidak praktis. Hal pertama yang harus dilakukan komputer adalah sistem operasi. Tugas sistem operasi adalah membantu perangkat keras komputer.  Kali ini akan dibahas mengenai Boot Process yang merupaakan pengambilalihan dari sistem operasi.



Booting komputer adalah proses perjalanan penyalaan komputer awal sampai pengambilalihan sistem operasi secara penuh terhadap perangkat. Proses booting berjalan begiru cepat sehingga kita tidak dapat melihatnya. Setelah menekan tombol power kembali beberapa menit kemudian dan Windows XP, atau Windows Vista, atau apapun Proses Booting dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :
  • ·         Proses Cool Booting
Cool booting,  merupakan proses menghidupkan komputer pada saat perangkat komputer itu dalam keadaan mati atau belum menyala. Inilah Booting utama yang dilakukan dengan cara menekan tombol Power.
  • ·         Proses  Warm Booting.
Warm booting, merupakan proses menghidupkan komputer di saat perangkat komputer sudah menyala dan teraliri listrik. Proses ini sering disebut dengan Restart. Tujuannya adalah untuk mengulang kembali proses komputer dari awal karena sebelumnya terjadi beberapa gangguan seperti Crash program atau sekedar ingin melakukan pengaturan ulang sistem. Pada sistem operasi populer seperti Microsoft Windows modern telah tersedia opsi khusus bagi para penggunanya untuk melakukan proses Warm Booting yakni melalui menu Restart.

Fungsi BIOS
POST (Power On Self Test) Power On Self Test terjadi setiap kali menghidupkan komputer . Kedengarannya rumit dan itu karena memang seperti itu. Komputer Anda melakukan banyak hal saat dinyalakan.Ini menginisialisasi berbagai perangkat keras. Ini adalah proses yang penting untuk memastikan agar semua perangkat beroperasi dengan lancar tanpa konflik. BIOS berikut ACPI membuat tabel yang menjelaskan perangkat di komputer.
POST pertama memeriksa bios dan kemudian menguji RAM CMOS. Jika tidak ada masalah dengan hal ini maka POST terus memeriksa CPU, perangkat keras seperti Kartu Video, perangkat penyimpanan sekunder seperti Hard Drive, Floppy Drives, Zip Drive atau CD / DVD Drives. Jika beberapa kesalahan ditemukan maka pesan kesalahan ditampilkan di layar atau sejumlah bunyi bip terdengar. Bunyi beep ini dikenal sebagai kode beep POST.

Master Boot Record
Master Boot Record (MBR) adalah program kecil yang dimulai saat komputer melakukan booting, untuk menemukan sistem operasi (misalnya Windows XP). Proses rumit ini (disebut Proses Boot) dimulai dengan POST (Power On Self Test) dan berakhir saat Bios mencari MBR di Hard Drive, yang umumnya berada di sektor pertama, kepala pertama, silinder pertama (silinder 0 , kepala 0, sektor 1).

Chip BIOS untuk mencari di tempat yang tetap, biasanya pada hard disk bernomor terendah (boot disk) untuk program khusus yang disebut boot loader (di Linux boot loader disebut Grub atau LILO). Boot loader ditarik ke memori dan dimulai. Tugas boot loader adalah menjalankan sistem operasi yang sebenarnya.

Gambar struktur khas  dari MBR :

Bootstrap loader disimpan dalam master boot record (MBR) pada hard drive komputer. Saat komputer dinyalakan atau dihidupkan ulang, komputer pertama kali melakukan self-test power-on, yang juga dikenal sebagai POST. Jika POST berhasil dan tidak ada masalah yang ditemukan, bootstrap loader akan memuat sistem operasi untuk komputer ke dalam memori. Komputer kemudian akan dapat dengan cepat mengakses, memuat, dan menjalankan sistem operasi.

 LILO/GRUB
akan membaca label sistem operasi yang kernelnya akan dijalankan. Pada boot loader inilah sistem operasi mulai dipanggil. Untuk mengkonfigurasi file grub, buka filenya di /boot/grub/grub.conf 

Kernel
Setelah itu, tanggung jawab untuk booting diserahkan ke kernel. Setelah itu, kernel akan menampilkan versi dari kernel yang dipergunakan, mengecek status SELinux, menegecek paritisi swap, mengecek memory, dan sebagainya. 

Init
init adalah langkah terakhir dari urutan boot kernel. Ini mencari file / etc / inittab untuk melihat apakah ada entri untuk initdefault. Ini digunakan untuk menentukan tingkat awal sistem. Tingkat run-level digunakan untuk menentukan status awal sistem operasi.
Beberapa tingkat run level adalah:
Tingkat
0 -> Sistem Berhenti
1 -> mode pengguna tunggal
3 -> Full multiuser mode dengan jaringan
5 -> Full multiuser mode dengan network dan X display manager
6 -> Reboot

Desain init di atas disebut SysV-diucapkan sebagai Sistem five . Beberapa implementati init yang populer adalah systemd dan pemula(upstard) . Upstart sedang digunakan oleh ubuntu sejak tahun 2006.
Berdasarkan pada run-level, script kemudian menjalankan berbagai proses lain yang dibutuhkan oleh sistem sehingga sistem dapat berfungsi dan digunakan. Runlevel adalah suatu parameter yang mengatur servis yang akan dijalankan misalnya single user, reboot, shutdown, dan sebagainya. Program yang mengatur runlevel ini adalah init yang terletak pada direktori /etc/inittab. 


0 komentar:

Posting Komentar